Jenis Bahan Sweater dan Kaos

Mungkin banyak dari kita bingung untuk mengetahui perbedaan antara bahan kaos dan sweater. Bahkan terkadang kita juga bingung membedakan antara sweater dan hoodie. Hoodie pada dasarnya sweater dengan topi. Kebanyakan didisain dengan saku di depan dan tali untuk menyesuaikan topinya. Hoodies bisa dibuka di depan dengan kancing atau seleting. Gaya modern hoodies berasal dari pengembangan pakaian formal pastor katolik pada abad pertengahan. Sekarang hoodies digemari sebagai pakaian atasan pada budaya hip hop, pemain skateboard dan peselancar. Sweater, adalah pakaian yang umumnya berat untuk menutupi badan dan lengan. Biasanya dipakai di atas kemeja, blus atau kaos. Sweater terbuat dari kain wool, katun, benang sintetis atau campurannya.Perbedaan dasar adalah antara cardigan (yang terbuka bagian depan) dan pullover (yang tidak terbuka). Kalau sweater tidak ada lengan, umumnya disebut rompi sweater atau tank top. Garmen jenis ini disebut sweater karena didisain untuk menyerap keringat (bahasa ingris: sweat) yang dikeluarkan dari badan orang.
Nah, sekarang apa sih perbedaan bahan antara Kaos dan Sweater. yuk kita mengenal bahan dasar Kaos dan Sweater.

Jenis bahan Sweater dan Kaos
a. Cotton (Katun)
cotton terbagi 2 jenis macam bahan lagi berdasarkan benang dasar pembuatannya :
cotton combed, benang yang dipakai mempunyai serat yang sangat halus, sehingga kaos cotton combed sangat nyaman dipakai dan menyerap keringat (tidak gerah). bahan cotton combed banyak dipakai untuk bahan kaos-kaos distro sekarang ini.
cotton carded, benang yang digunakan hampir sama dengan pada cotton combed, tapi terdapat perbedaan pada penampilan benang dan rajutan yang umumnya kurang rata dan rapih.
b. Teteron Cotton (TC)
biasa dikenal dengan bahan kaos TC. Jenis bahan ini adalah campuran dari Cotton Combed 35 % dan Polyester (Teteron) 65%. Dibanding bahan Cotton, bahan TC kurang bisa menyerap keringat dan agak panas di badan. bahan kaos ini tidak gampang susut karena pencucian berkali-kali.
c. Cotton Viscose
Jenis bahan ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat.
d. Polyster / PE
Jenis bahan ini terbuat dari serat sintetis atau buatan dari hasil minyak bumi untuk dibuat bahan berupa serat fiber poly dan yang untuk produk plastik berupa biji plastik. Karena sifat bahan dasarnya, maka jenis bahan ini tidak bisa menyerap keringat dan panas dipakainya.
e. Hyget
Lebih dikenal dengan jenis bahan untuk kaos kampanye partai. Jenis bahan ini lebih tipis daripada jenis bahan yang lain.

Jenis Rajutan
a. Single Knitt (Ex. Combed 30’s ; S : single knitt)
Pengertian teknisnya adalah rajutan jarum single.
Penggunaan hanya satu permukaan atau tidak bisa dibolak-balik (2 permukaan).
Jenis rajutan rapat, bahan padat, kurang lentur (stratching).
Sebagian besar produk kaos yang ada di pasaran adalah memakai jenis rajutan Single Knitt.
b. Double Knitt (Ex. Combed 30’d ; D : double knitt)
Pengertian teknisnya adalah rajutan Jarum Double. Sehingga penggunaannya bisa dibolak- balik (atas bawah tidak masalah).
Jenis rajutan tidak rapat, bahan kenyal, lembut, dan lentur.
Produk kaos yang biasa memakai rajutan jenis ini adalah pakaian untuk bayi (baby) dan anak-anak (KidÂ’s). Ada sebagian orang menyebut bahan ini dengan sebutan Interlock.
c. Lacoste
Pengertian teknisnya adalah rajutan texture / corak.
Penggunaan tidak bisa dibolak-balik.
Jenis rajutan bertexture, bulat, kotak, atau menyerupai segitiga kecil-kecil.
Sebagian orang ada yang menyebut bahan ini Pique atau Cuti, dan hanya lazim digunakan untuk Polo Shirt atau Kaos Kerah.
d. Striper atau Yarn Dye
Pengertian teknisnya adalah rajutan kombinasi benang warna (Yarn Dye).
Penggunaan tidak bisa di bolak-balik.
Jenisnya bisa Single Knitt maupun Double Knitt.
Finishing harus openset / belah.
Orang awam menyebut bahan ini dengan sebutan bahan salur / warna-warni. Biasa digunakan untuk produk kaos dewasa (Pria, Wanita, T-Shirt, maupun Polo Shirt).
e. Drop Needle
Pengertian teknisnya adalah rajutan dengan variasi cabut jarum.
Penggunaannya bisa di bolak-balik.
Jenis rajutan texture garis lurus vertikal, lembut, dan lentur.
Produk kaos ini banyak digunakan untuk Rib Leher (T-Shirt), Ladies T-Shirt Body Fit, dan kaos singlet.

Jenis Bahan Sweater
a. Cotton Fleece
Pada sisi luar sama dengan bahan katun pada kaos. Serat lebih besar, dan lebih kasar dibandingkan dengan bahan kaos. Pada bagian dalam berupa fleece atau bulu halus seperti kapas atau wool.
b. Polyster Fleece
Sama seperti kaos pada bahan PE. Dibandingkan dengan cotton fleece, bahan ini lebih mengkilap karena mengandung polyester / plastik. Biasanya PE Fleece ini lebih kaku dibandingkan dengan cotton fleece.
c. Baby Terry
Mirip dengan cotton fleece, namun bulu lebih halus

Nah, dari paparan di atas kita sudah bisa membedakan bahan-bahan yang sesuai dengan kebutuhan kita. So, jangan sampai salah beli ya guys :’)
Men-and-the-V-Neck-Sweater3-e1420002380357