Tips Bergaya dengan Sweater di Musim Hujan

c865ae23305f926fcc8867ae30cdad97-030032500_1492496064-hl_pin

Cuaca dingain atau cuaca hujan adalah musuh tama dalam berpakaian. Menggunakan pakaian berlapis-lapis ketika musim hujan dan musim dingin akan membuat penampilan anda terlihat tidak menarik. Apalagi ditambah dengan pemakaian aksesoris yang tidak match dengan pakaian yang anda kenakan. Pada musim hujan kali ini, kami akan memberikan beberapa tips pemakaian sweater agar penampilan anda terlihat tetap fashionable dengan penggunaan sweater rajut terbaik untuk memperbaharui penampilan anda agar terlihat catchy.

1. Perhatikan Bahan
Untuk mendapatkan tampilan yang terlihat ramping pada pemakaian sweater, sangat penting untuk memperhatikan bahan sweater yang anda kenakan. Kain yang ringan dan hangat, seperti Kasmir sangat disarankan untuk memperoleh siluet ramping pada tubuh anda.
Jika anda terbiasa menggunakan sweater rajut yang tebal, sebenarnya masih bisa diakali dengan penggunaan ikat pinggang kecil, dan dipadukan dengan skinny jeans untuk memberikan kesan anda tidak “tenggelam” pada sweater tebal yang anda kenakan.

2. Kembali ke Old Style
Fashion tidak pernah lepas dari gaya masa lalu. Jika anda berencana untuk membeli sweater baru, kami mengusulkan untuk memilih sesuatu yang mungkin bisa anda kenakan kembali pada hari musim berikutnya.
Pilihlah sweater yang berwarna pastel. Atau kalau anda suka sweater yang bermotif, anda bisa memilih sweater dengan motif gari-garis geometris atau abstrak.

3. Coba Update
daripda memilih sweater standar dengan bule jeans, akan lebih baik jika anda merajut sendiri sweater yang akan anda kenakan. Atau bisa juga anda merajut Swetaer dengan pola favorite anda untuk diberikan kepada pasangan anda.
anda dapat memadukan berbagai warna dan pola pada sweater yang anda rajut. Sesuaikan dengan trend yang ada saat ini. Aatau anda juga bisa memberikan pola favorite anda sendiri. Yaa, siapa tau sweater rajutan akan menjadi trensetter sweater di kemudian hari ūüôā

4. Tambahkan aksesoris
Jika anda memiliki Swetaer rajutan sederhana, anda juga bisa menggabungkan beberapa aksesoris perhiasan atau tas yang bisa anda padu padankan. gunakan kalung yang tidak terlalu banyak corak untuk memadukan dengan sweater polos anda. anda juga bisa menggunakan sling bag agar terliat casual.

5. Berhati-hati
Jaga sweater rajut Anda agar selalu dalam konsi baik karena akan mempengaruhi keawetannya. Lihatlah komposisi bahan sweater Anda sebelum mencucinya. Jika sweater Anda ada manik-manik, sutra atau renda, lebih baik bawa sweater Anda ke dry cleaner. Jika tidak, anda bisa mencucinya dengan tangan.
Itulah beberapa tips untuk tetap bergaya dengan sweater di musim hujan. Jangan lupa untuk memberikan sentuhan kreatif pada sweater yang Anda kenakan untuk memberikan kesan perspektif bagi Anda untuk lebih segar di musim hujan ini.

Asal Mula Sweater dan Hooodie

 womens-fisherman-turtleneck-sweater

Sweater adalah pakaian serbaguna yang dapat dikenakan di atas hampir semua pakaian.  Sweater selain dipakai sebagai penghangat,  sekarang juga dipakai sebagai pemanis  penampilan. Banyak Designer Lokal maupun Internasional yang menggunakan memadukan  sweater untk mempercantik design mereka. Pada  dasarnya sweater, adalah penghangat. Sweater  yang dipakai pertama kali adalah sweater bulu  domba yang dirajut di benua Eropa. Mereka  memakai sweater untuk melindungi nelayan dari  angin, hujan dan percikan air laut. Merajut  diperkenalkan untuk Eropa oleh bangsa Arab  pada abad 5 tapi hal itu tidak berkembang  popularitasnya sampai abad 15. Sedangkan pola  rajut pertama kali diturunkan dari metode  membuat jaring ikan dan nelayan dari daerah  yang berbeda dalam pembuatan masing-masing  pola merajutnya. Sweater pada awalnya adalah  pakaian rajut untuk menutupi badan hingga  lengan. Sweater juga memiliki beberapa jenis  yang biasa kita sebut cardigan atau pullover.  Cardigan memiliki bagian pembuka pada bagian  depannya, sedangkan jika pullover tidak ada pembukanaya. Ada juga sweater yang tidak  memiliki lengan yang biasa disebut dengan  rompi atau vest sweater.

e099a0ceec81444fe463d523cdfcd134

            Sweater atau yang lebih dulu disebut sebagai  Hoodie. Hoodie merupakan kaos lengan pendek  maupun lengan panjang dengan tudung kepala.  Nama hoodie diambil dari kata hood yang  berarti tudung. Hoodie biasa dipadu padankan  dengan jaket maupun sweater, tapi bukan hal  yang mengherankan bila masih ada jenis pakaian lain yang terdapat hoodie. Awalnya istilah hoodie mulai populer pada  tahun 1990-an, namun sebenarnya hoodie sudah  ada lebih dari berabad-abad yang lalu. Hoodie  pada awalnya adalah pakaian formal untuk  biarawan Katolik. Kemudian Perusahaan  Champion menggunakan hoodie sebagai seragam  bagi para buruh pabrik makanan beku di New  York. Popularitas hoodie mulai menanjak  ketika seorang desainer pakaian olah raga  bernama Claire McCardell menggunakan hoodie  pada seluruh koleksi desain pakaian olah  raganya. Pada tahun 1970-an, hoodie semakin populer seiring booming-nya aliran musik  hip-hop. Hampir seluruh hip-hopers  menggunakan busana berhoodie, karena bagi  mereka hoodie dianggap sebagai simbol  anonimitas, karena hoodie bisa menyembunyikan  wajah dan indentitas mereka dari orang lain.

            Simpelnya Hoodie adalah sweater yang memiliki  penutup kepala. Hoodie berasal dari bahasa  Inggris Hood yang artinya dalah tudung  (penutup kepala), jadi sudah jelas mengapa  dinamakan Hoodie. Hoodie biasanya memiliki  desain dengan kantong atau saku pada bagian  depan, dan memiliki tali untuk menyesuaikan  penutup kepalanya. Pada bagian depan Hoodie  memiliki zipper dan ada juga yang tanpa  pembuka di depannya seperti pullover pada  sweater. Hoodie juga biasa dipakai pada saat  jogging atau berolahraga agar suhu tubuh  meningkat.

          Dari artikel di atas secara tidak langsung  kita dapat mengetahui perbabedaan antara  Sweater dan Hoodie. Kalau Sweater adalah  penghangat badan yang memiliki bahan lebih  halus dibandingkan jaket, biasanya berbahan  rajut. sedangkan Hoodie adalah sweater yang  memiliki penutup kepala.

Jenis Bahan Sweater dan Kaos

Mungkin banyak dari kita bingung untuk mengetahui perbedaan antara bahan kaos dan sweater. Bahkan terkadang kita juga bingung membedakan antara sweater dan hoodie. Hoodie pada dasarnya sweater dengan topi. Kebanyakan didisain dengan saku di depan dan tali untuk menyesuaikan topinya. Hoodies bisa dibuka di depan dengan kancing atau seleting. Gaya modern hoodies berasal dari pengembangan pakaian formal pastor katolik pada abad pertengahan. Sekarang hoodies digemari sebagai pakaian atasan pada budaya hip hop, pemain skateboard dan peselancar. Sweater, adalah pakaian yang umumnya berat untuk menutupi badan dan lengan. Biasanya dipakai di atas kemeja, blus atau kaos. Sweater terbuat dari kain wool, katun, benang sintetis atau campurannya.Perbedaan dasar adalah antara cardigan (yang terbuka bagian depan) dan pullover (yang tidak terbuka). Kalau sweater tidak ada lengan, umumnya disebut rompi sweater atau tank top. Garmen jenis ini disebut sweater karena didisain untuk menyerap keringat (bahasa ingris: sweat) yang dikeluarkan dari badan orang.
Nah, sekarang apa sih perbedaan bahan antara Kaos dan Sweater. yuk kita mengenal bahan dasar Kaos dan Sweater.

Jenis bahan Sweater dan Kaos
a. Cotton (Katun)
cotton terbagi 2 jenis macam bahan lagi berdasarkan benang dasar pembuatannya :
cotton combed, benang yang dipakai mempunyai serat yang sangat halus, sehingga kaos cotton combed sangat nyaman dipakai dan menyerap keringat (tidak gerah). bahan cotton combed banyak dipakai untuk bahan kaos-kaos distro sekarang ini.
cotton carded, benang yang digunakan hampir sama dengan pada cotton combed, tapi terdapat perbedaan pada penampilan benang dan rajutan yang umumnya kurang rata dan rapih.
b. Teteron Cotton (TC)
biasa dikenal dengan bahan kaos TC. Jenis bahan ini adalah campuran dari Cotton Combed 35 % dan Polyester (Teteron) 65%. Dibanding bahan Cotton, bahan TC kurang bisa menyerap keringat dan agak panas di badan. bahan kaos ini tidak gampang susut karena pencucian berkali-kali.
c. Cotton Viscose
Jenis bahan ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat.
d. Polyster / PE
Jenis bahan ini terbuat dari serat sintetis atau buatan dari hasil minyak bumi untuk dibuat bahan berupa serat fiber poly dan yang untuk produk plastik berupa biji plastik. Karena sifat bahan dasarnya, maka jenis bahan ini tidak bisa menyerap keringat dan panas dipakainya.
e. Hyget
Lebih dikenal dengan jenis bahan untuk kaos kampanye partai. Jenis bahan ini lebih tipis daripada jenis bahan yang lain.

Jenis Rajutan
a. Single Knitt (Ex. Combed 30’s ; S : single knitt)
Pengertian teknisnya adalah rajutan jarum single.
Penggunaan hanya satu permukaan atau tidak bisa dibolak-balik (2 permukaan).
Jenis rajutan rapat, bahan padat, kurang lentur (stratching).
Sebagian besar produk kaos yang ada di pasaran adalah memakai jenis rajutan Single Knitt.
b. Double Knitt (Ex. Combed 30’d ; D : double knitt)
Pengertian teknisnya adalah rajutan Jarum Double. Sehingga penggunaannya bisa dibolak- balik (atas bawah tidak masalah).
Jenis rajutan tidak rapat, bahan kenyal, lembut, dan lentur.
Produk kaos yang biasa memakai rajutan jenis ini adalah pakaian untuk bayi (baby) dan anak-anak (Kid’s). Ada sebagian orang menyebut bahan ini dengan sebutan Interlock.
c. Lacoste
Pengertian teknisnya adalah rajutan texture / corak.
Penggunaan tidak bisa dibolak-balik.
Jenis rajutan bertexture, bulat, kotak, atau menyerupai segitiga kecil-kecil.
Sebagian orang ada yang menyebut bahan ini Pique atau Cuti, dan hanya lazim digunakan untuk Polo Shirt atau Kaos Kerah.
d. Striper atau Yarn Dye
Pengertian teknisnya adalah rajutan kombinasi benang warna (Yarn Dye).
Penggunaan tidak bisa di bolak-balik.
Jenisnya bisa Single Knitt maupun Double Knitt.
Finishing harus openset / belah.
Orang awam menyebut bahan ini dengan sebutan bahan salur / warna-warni. Biasa digunakan untuk produk kaos dewasa (Pria, Wanita, T-Shirt, maupun Polo Shirt).
e. Drop Needle
Pengertian teknisnya adalah rajutan dengan variasi cabut jarum.
Penggunaannya bisa di bolak-balik.
Jenis rajutan texture garis lurus vertikal, lembut, dan lentur.
Produk kaos ini banyak digunakan untuk Rib Leher (T-Shirt), Ladies T-Shirt Body Fit, dan kaos singlet.

Jenis Bahan Sweater
a. Cotton Fleece
Pada sisi luar sama dengan bahan katun pada kaos. Serat lebih besar, dan lebih kasar dibandingkan dengan bahan kaos. Pada bagian dalam berupa fleece atau bulu halus seperti kapas atau wool.
b. Polyster Fleece
Sama seperti kaos pada bahan PE. Dibandingkan dengan cotton fleece, bahan ini lebih mengkilap karena mengandung polyester / plastik. Biasanya PE Fleece ini lebih kaku dibandingkan dengan cotton fleece.
c. Baby Terry
Mirip dengan cotton fleece, namun bulu lebih halus

Nah, dari paparan di atas kita sudah bisa membedakan bahan-bahan yang sesuai dengan kebutuhan kita. So, jangan sampai salah beli ya guys :’)
Men-and-the-V-Neck-Sweater3-e1420002380357

Tips Perawatan Sweater Rajut

Live what you love then love what you wear..

Sweater, jenis baju yang identik dengan bahan rajut ini memang sedang booming di kalangan pecinta fashion.
Dengan bahan yang elastis alis melar, menjadikan sweater banyak dijadikan incaran pemburu fashion. FYI guys, sweater bulu domba merupakan pakaian pertama yang dirajut di benua Eropa. Baju berbahan rajut ini awalnya digunakan oleh para nelayan untuk melindungi tubuh dari dingin, hujan, dan percikan air dari laut. Digunakan oleh para nelayan, teknik merajut dipercaya berasal dari para nelayan dengan pola yang berbeda-beda di tiap daerah.
Para sejarahwan percaya, nelayan memiliki teknik merajut tersendiri dalam pembuatan sweater orisinal khas masing-masing.

Sementara teknik merajut diperkenalkan di Eropa pertama kali oleh Arab di abad 5. Sayangnya hal itu kurang berkembang hingga kemudian popularitasnya makin dikenal pada abad 15.

Tahun ini sweater rajut masih menjadi trend fashion yang paling banyak diminati oleh fashionista di Indonesia. Selain sebagai penghangat ketika musim hujan, sweater rajut juga dapat mempercantik penampilan ke kantor atau sekedar jalan-jalan ke mall dengan teman-teman.
Untuk menjaga sweater agar terlihat seperti baru, ada beberapa tips yang perlu diketahui.

1. Kejelian
Pada saat membeli swaeter, pastikan Anda memeriksa benang hasil rajutannya masih utuh, rapi dan tidak longgar. Terutama pada sweater berbahan wol dan khasmir.

2. Sebelum Mencuci
Hal pertama yang dilakukan sebelum mencuci adalah memeriksa label perawatan. Ini akan memberitahu Anda apakah sweater tersebut aman untuk dicuci dengan menggunakan mesin cuci atau hanya cukup dengan mencuci dengan tangan, atau dry cleaning. Jika bisa dicuci dengan menggunakan mesin cuci, maka ada baiknya melewatkan siklus putaran yang cepat. Karena gerakan kasar pada mesin cuci dapat merenggangkan rajutan dan merusak bentuk pakaian.

3. Pada Saat Mencuci
Sertakan pelembut pakaian pada saat mencuci agar kelembutan pada sweater tetap terjaga. Pelembut juga dapat membantu menjaga serat rajutan tidak pudar. Dan jangan lupa untuk memisahkan sweater dari pakaian-pakaian lain pada saat mencuci agar seratnya tidak rusak.

4. Pengeringan
Jika label perawatan mengatakan pakaian Anda aman untuk dikeringkan dalam mesin cuci, ada baiknya untuk melewati langkah ini. Sabaliknya, sweater cukup dikeringkan pada udara yang kering dengan menggunakan handuk, agar menghindari penyusutan pada kain. Jangan menggantung sweater pada jemuran karena akan dapat merenggangkan rajutan, terutama pada saat serat basah dan mengandung air.

Pastikan juga Anda tidak menggantung pakaian rajut dalam lemari karena dapat meregangkan serat yang ada.